Wisata Kuliner : Sosis Halal dan Sehatkah

sosisSalah satu makanan instant yang digemari anak-anak dan orang dewasa saat ini adalah sosis. Sosis berbahan dasar daging. Menurut sejarahnya sosis ada sejak zaman Yunani Kuno. Karena pada zaman itu belum ada frezeer (pendingin) maka daging tersebut diawetkan menjadi sosis. Sehingga makanan tersebut awet dan tahan lama, untuk dikonsumsi berhari-hari. Pembuatan sosis yaitu dengan cara mencincang atau menggiling daging yang akan diawetkan, lalu dicampur rempah-rempah  dan dimasukkan ke dalam usus hewan dan diikat sehingga berbentuk selongsong.

Usus hewan yang digunakan untuk membungkus sosis bermacam-macam, seperti usus sapi, usus kambing, usus ayam dan sebagainya. Namun jika bahan pembungkus sosis berasal dari usus hewan yang diharamkan maka jelas hukum sosis menjadi haram.

Kini sosis lebih banyak menggunakan bahan selongsong sintetis. Namun bahan sintetis selongsong sosis ada dua, dari gelatin hewan dan rumput laut. Jika dari gelatin hewan perlu dicermati dari hewan yang halal atau yang haram. Meskipun isi sosis terbuat dari hewan halal namun jika selongsong sosis dari bahan haram maka hukumnya tetap haram.

Oleh karena itu cermati bahan dasar daging dalam sosis. Warna merah sosis tidak menjamin bahwa sosis terbuat dari daging sapi atau ayam. Begitu juga aroma sosis. Meski beraroma daging sapi atau ayam bukan berarti sosis tersebut dari daging sapi atau ayam, karena banyak perisa yang beraroma daging sapi dan ayam.

Proses pembuatan sosis juga harus dicermati, di luaran banyak sosis yang beredar dengan mudah. Tanpa mencatumkan komposisi yang terkandung dalam sosis.

Sebagai orang awam, cara yang aman untuk mengetahui keamanan dan kehalalan sosis adalah dengan mengecek register BPOM dan label halal MUI yang tertera dalam kemasan sosis.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*