Mengenal Lebih Dekat dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS.

Beliau terlahir dari pasangan Subagya Danusasmita dan Milly Ratna Numala. Sang ayah berprofesi sebagai tentara, sedangkan ibunya, selain menjadi ibu rumah tangga juga berprofesi sebagai seorang guru. Terlahir dengan nama Boyke Dian Nugraha, Boyke lahir pada 14 Desember 1956 di kota Kembang, Bandung. Sebagai anak sulung dari keempat adik-adiknya. Pendidikan Beliau diawali di Bandung. TK dan SD Priangan dan SMP Negeri II, Bandung. Profesi sang ayah sebagai tentara membuat keluarga Beliau selalu berpindah-pindah tempat mengikuti tempat dinasnya, mulai dari Karang Tunggal, Tasik, Garut, Bandung, dan akhirnya pindah ke Jakarta. Beliau melanjutkan bangku SMP-nya di Jakarta dan masuk sebagai siswa SMP Negeri I Jakarta. Lulus dari bangku SMP, Beliau kemudian melanjutkan ke SMA IV Jakarta.  Boyke kecil juga dikenal sebagai anak yang cerdas. Hampir di setiap jenjang pendidikan, Beliau selalu memegang juara di kelasnya.

boyke3Kecerdasan dan keberuntungan Beliau mampu diterima di tiga Perguruan Tinggi Negeri ternama, di antaranya adalah Fakultas Kedokteran UI, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dan Teknologi Industri ITB. Namun Beliau memutuskan untuk melanjutkan ke UI setelah mengetahui bahwa Beliau diterima di Fakultas Kedokteran UI. Pilihan yang sesuai. karena, Beliau di saat kecil sudah memiliki cita-cita untuk menjadi seorang Dokter.

Lulus dari Fakultas Kedokteran UI, Beliau menjalani wajib kerja sarjana (sekarang PTT) di Puskesmas Palas, Lampung Selatan.Di Lampung Selatan inilah Beliau mendirikan SMA dan sekaligus menjadi Kepala Sekolah. Sebagai guru bagi anak didiknya, Beliau menjadi lebih banyak tahu mengenai problema anak anak dan remaja, khususnya mengenai masalah seputar pubertas dan sex. Dan ini menjadi salahsatu pendorong Beliau untuk mengambil spesialisasi di Bidang Kebidanan dan penyakit Kandungan. Berkat aktivitasnya di daerah Lampung tersebut, Beliau mendapatkan anugerah sebagai Dokter Puskesmas Teladan se-Propinsi Lampung pada tahun 1985.

Beliau lulus sebagai Dokter Kandungan pada tahun 1990. Seperti halnya ketika lulus menjadi Dokter Umum, Beliau juga wajib menjalani wajib kerja sarjana II sebagai Dokter Spesialis. Beliau memilih daerah terpencil, yakni di RSU Masamba, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Di daerah yang letaknnya berjarak 600 km dari Kota Makassar itu, Beliau melayani kasus-kasus kandungan dan mengajari para calon Bidan Desa di SPK Palopo. Sejak saat itu, Beliau memutuskan untuk menjadi seorang Dokter yang mengkhususkan di Bidang Kandungan dan Kesehatan Reproduksi.

KELUARGA

Simak Juga  Obat Menumbuhkan Rambut Alami

Pada Tahun 1985, Beliau melangsungkan pernikahan dengan dr Ferry Lasemawati, SpRad, dan dikaruniai tiga buah hati, yakni Dhima Paramitha, Dila Puspitha dan Dhitya Prasetya. Dalam hal mendidik anak, Beliau mengajarkan pendidikan sex sejak dini. Tak heran, ketiga anaknya selalu terbuka kepada Beliau. 

Salah satu anaknya, yakni Dhima kini mengikuti jejak Beliau menjadi seorang dokter. Padahal tak pernah ada paksaan dari Beliau kepada anak-anaknya agar mereka menjadi seorang dokter. Sedangkan dua adik Dhima lebih tertarik ke dunia Bisnis dan Astronomi.

KEGIATAN dr. BOYKE

Banyaknya pasangan suami istri yang membutuhkan pertolongan tentang masalah Hubungan Pasutri. Maka Beliau mendirikan Klinik Pasutri, Klinik pertama yang khusus menangani hubungan antar suami istri. Klinik ini bertujuan untuk membantu Pasutri dalam menciptakan harmoni hubungan suami istri,

Selain itu dengan bekal pengetahuan seputar seksual dan kandungan, Beliau sering dipercaya sebagai pembicara di berbagai seminar tentang kesehatan reproduksi.

MENDIRIKAN PERUSAHAAN

Selain sibuk dengan berbagai kegiatan seminar, dan mengurusi Klinik Pasutri baik yang di Jakarta maupun di Bogor, Beliau juga sibuk mengurusi perusahaan yang didirikannya. Perusahaan yang diberi nama PT Cahyadi Mulia Nugraha (PT CMM) ini bergerak di bidang kesehatan reproduksi  berupa WISH (singkatan dari Wanita Indonesia Sehat Harmonis) produk pembersih bagian vital wanita,

HOBI dr. BOYKE

Beliau suka menyanyi, salahsatu bentuk kecintaan beliau dalam hal tarik suara beliau mendirikan perusahaan rekaman pribadi yang diberi nama DNB Records.Jadi, jangan heran bila melihat acara televisi beberapa waktu lalu, Beliau sempat berduet dengan penyanyi profesional. Meski begitu, Beliau tidak berniat untuk menjadi seorang penyanyi walaupun telah memiliki perusahaan rekaman sendiri.

Selain hobi menyanyi, beliau juga gemar mengoleksi berbagai lukisan.  pajangan berupa lukisan terlihat terpajang dinding ruang kerjanya. Boyke juga memiliki kegemaran memelihara Bunga Anggrek, Burung, dan Ikan Koi di rumahnya.

PENGALAMAN MASA LALU

Pengalaman di masa kecilnya membuat Beliau memutuskan cita-cita sebagai seorang Dokter. Pengalaman itu termasuk pengalaman pahit yang cukup menyedihkan.Waktu itu Beliau berumur 7 tahun, bersama kedua adiknya melihat kondisi yang dialami oleh ibunda tercintanya. Milly Ratna Numala, sang ibunda mengalami pendarahan ketika tengah mengandung anak keempatnya. Ia mengalami pendarahan di atas tempat tidur. Ketika itulah, Beliau melihat darah yang membasahi sprei tempat tidur ibundanya. Pembantu yang mengurus di rumahnya tiba-tiba pingsan pada saat melihat kondisi ibunda Beliau.

Pada saat kejadian, sang ayah sedang tidak berada di rumah. Beliau pun memutuskan untuk meminta pertolongan kepada tetangga di sebelah rumahnya. Atas bantuan tetangganya, sang ibu langsung dibawa ke rumah sakit Boromeus. Dan ibunda Beliau bisa tertolong. Sejak kejadian itu, Beliau menganggap bahwa menjadi seorang dokter ternyata mampu menghidupkan orang. Keinginan Beliau menjadi seorang Dokter tak hanya didorong setelah melihat kondisi sang ibu yang mengalami pendarahan dan keguguran. Akan tetapi berkat adanya serial televisi yang bertajuk ‘Dr. Kildare’. Dimana Dr Kildare bisa menangani berbagai macam kasus penyakit walau dia seorang Dokter Umum. Kemampuan seorang Dr Kildare membuat Beliau semakin menginginkan cita-cita sebagai dokter. Keinginan Beliau untuk menjadi dokter juga didukung oleh kedua orang tuanya. Tak heran ketika ia menginjak bangku SD, SMP, ataupun SMA, setiapkali ditanya orang ingin menjadi apa?, maka Beliau dengan mantab selalu menjawab menjadi seorang Dokter. 

PENGALAMAN MENARIK

Ada satu pengalaman menarik yang tak mudah untuk dilupakan oleh Beliau selama melayani pasien-pasiennya. Kejadian itu saat Beliau tengah bertugas di puskesmas di daerah Palas, Lampung Selatan. Ia melayani begitu banyak pasien yang mengalami masalah dalam hubungan pasutri. Salah satu pengalaman yang tak terlupakan adalah ketika Beliau melayani pasangan muda usia yang mengaku memiliki masalah dalam pernikahan yang mereka jalani. Masalahnya adalah, selama tiga tahun mereka menikah, mereka tak juga diberikan momongan.

Pasangan tersebut memang tergolong masih sangat muda. Sang suami masih berumur 17 tahun, sedangkan si istri masih berumur 14 tahun. Beliau menanyakan kepada mereka bagaimana mereka melakukan hubungan suami istri. Pasangan suami istri itu kemudian menjawab bahwa mereka telah berusaha dengan maksimal agar dapat memperoleh anak. Tak disangka, setelah Beliau mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan ternyata salah besar. Mereka hanya tahu hubungan itu dilakukan melalui lubang pusar,

Kejadian itu hingga saat ini tak akan mudah untuk dilupakan oleh Beliau. Pasalnya, pasangan muda itu ternyata memang tidak mengetahui sama sekali bagaimana melakukan hubungan suami istri dengan benar. Setelah beberapa lama kemudian, pasangan muda itu kembali lagi kepada Beliau sekaligus berterima kasih kepadanya. Karena si perempuan akhirnya berhasil hamil. Mereka menganggap bahwa berkat saran dari Beliau, mereka berhasil mendapatkan momongan yang telah diimpikan sebelumnya.(BERBAGAI SUMBER)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*