Cerita Motivasi Bisnis : Peluang Usaha hanya sekali

Suatu hari di sebuah kampung, terjadilah banjir. Di sana tinggal seorang nenek tua dan keluarganya. Ketika banjir mulai datang, keluarga si nenek mulai bersiap siap untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.”nek ayo bersiap-siap kita akan mengungsi”, kata salah seorang cucu si nenek. ”tidak, kalian saja yang mengungsi, nenek di rumah saja, nenek akan berdoa supayaTuhan melindungi nenek. Akhirnya semua keluarga  si nenek berangkat mengungsi kecuali si nenek sendirian.

Banjir di kampung itu mulai naik, sepinggang orang dewasa. Dari arah pojok kampung, sepasang suami istri lewat di depan rumah si nenek.”nek, banjir semakin tinggi, mari ikut kami mengungsi, semua warga sudah pada mengungsi dan tinggal kita bertiga. Apa jawab si nenek.”tidak nak, anak silahkan mengungsi, nenek tetap tinggal di sini, nenek sudah berdo’a, Tuhan pasti selamatkan nenek. Banjir semakin tinggi seleher orang dewasa, dan si nenek naik ke atas meja. Dari kejauhan Tim Penyelamat menyisir kampung, jikalau masih ada warga yang belum mengungsi. Saat Tim Penyelamat menuju rumah si nenek. Salahsatu Tim Penyelamat meminta nenek segera naik perahu, ”ayo nek, segera naik perahu, sebentar lagi kampung ini akan tenggelam oleh banjir bandang. Apa jawab si nenek, ”tidak Pak. Saya sudah berdo’a kepada Tuhan, dan Tuhan pasti selamatkan saya”, kata nenek. Alkisah kampung itu tenggelam, seluruh kampung rata dengan banjir. Beberapa hari berlalu banjir mulai mereda dan keberadaan si nenek belum diketahui nasibnya.

Saat di kehidupan berbeda, si nenek ini disiksa oleh utusan Tuhan. Kata si nenek “kenapa saya disiksa padahal saya sudah beribadah (berdo’a) dan setiap orang yang berdo’a pasti dikabulkan. Apa kata utusan tadi ,”kamu disiksa karena tidak bisa iqro’nek (membaca tanda atau ayat dari Tuhan), bukankah Tuhan sudah kabulkan do’amu. Saat sebelum banjir melanda kampungmu, kamu berdoa agar kamu diselamatkan dari banjir, dan Tuhan sudah kabulkan permintaanmu, tapi apa jawabanmu, kamu malah menolak do’a yang kamu minta sendiri”. Dengan kaget si nenek bertanya, “yang mana wahai Sang Utusan,”. Pertama, bukankah anak cucumu telah mengajakmu untuk mengungsi, dan kamu menolak tawaran mereka, mereka itu utusan yang Tuhan kirimkan kepadamu. Begitu pula utusan kedua (tetanggamu) dan kamu juga menolaknya. Terakhir saat banjir sudah semakin tinggi kamu berdoa dengan sungguh sungguh, dan Tuhan telah kabulkan doamu dengan mengirimkan utusan terakhir (Tim Penyelamat), dan kamu menolaknya lagi” jawab sang utusan.

 Apa hikmah dibalik cerita di atas. Bahwa dalam kehidupan ini kita sering meminta (berdoa) kepada Tuhan, misalnya kita mohon diberi limpahan rizki. Kadang kita belum mampu membaca pengabulan doa yang kita panjatkan. Karena kita masih mengira duit sekantong yang kita pinta ke Tuhan langsung jatuh dari atas?. Pengabulan doa yang kita panjatkan kepada-Nya melalui proses, salahsatunya contohnya, saat kawan kita kasih kita informasi tentang peluang usaha (bisnis) dan mengajak kita bergabung. Ini adalah proses pengabulan doa kita yang harus kita baca (iqro’).Wallahu’alam.

Cerita ini fiksi belaka, gak perlu pusinggg…, ambil hikmahnya aja. AMBIL HIKMAH, AMBIL PELUANG, GO SUKSES …

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*