Bersama dr. Boyke 4 : Sakit Setiap Haid

boyke6

Tanya :

Saya perempuan berusia 25 tahun, sudah menikah selama 2 tahun. Tahun 2000 pernah didiagnosa terkena penyakit kista, lalu dioperasi dan saya sekarang hanya punya satu indung telur. Sejak operasi itu, saya tidak pernah kontrol ke dokter lagi karena kesibukan dan biaya. Soalnya saya sekarang di Surabaya, sementara operasi saya waktu itu di Jakarta. Dok, kenapa ya pasca operasi ini setiap haid saya sering merasa sakit. Sakitnya sangat luar biasa, sampai membuat saya harus berguling-guling.

Kenapa ini bisa terjadi Dok? Apakah ada infeksi dalam bekas operasi kista saya. Jika tidak, apa yang membuat perut terasa sakit dan nyeri selama masa haid. Apakah ada obat khusus untuk mengatasi rasa sakit, tetapi jangan operasi lagi. Saya sudah trauma! Dokter bedah saya dulu bilang sakit ini bisa hilang setelah menikah, tetapi kok hingga kini tetap sakit?

Untuk menahan rasa sakit saya sering minum obat Ponstan. Apakah hal itu berbahaya, dok? Atau ada obat alami yang aman untuk mengatasi rasa nyeri di rahim saya dok?

Dok, saya ingin sekali punya anak. Masih adakah kesempatan punya anak dengan hanya satu indung telur dalam rahim saya. Apakah ada obat-obat khusus atau treatment yang harus saya lakukan untuk memperoleh anak yang kami tunggu-tunggu. Selain itu, berat badan saya kok tidak pernah naik, dok, apakah ini karena penyakit saya atau ada faktor lain.
Ibu EP – Surabaya

Simak Juga  Manfaat Lada : Obat bisa kalajengking

Jawab dr. Boyke :

Kemungkinan ibu menderita penyakit kista endometriosis, di mana untuk mengangkat kista tersebut dibutuhkan tindakan operasi. Namun karena kistanya cukup besar, terpaksa indung telur pun harus diangkat sehinggga ibu hanya mempunyai satu indung telur lagi. Dengan satu indung telur, asalkan sehat (tidak tersumbat) masih memungkinkan ibu untuk hamil.

Sayang sekali setelah dilakukan tindakan operasi, ibu tidak melakukan pemeriksaan. Bukan berarti setelah selesai operasi, endometriosis yang ibu derita sudah sembuh, tapi penyakit endometriosis terus berlangsung meskipun kistanya sudah diangkat dan seterusnya dilakukan pengobatan lanjutan post operasi.

Minum Ponstan hanyalah menghilangkan rasa nyeri akibat penyakit endometriosis-nya tapi tidak mengobatinya. Untuk itu cobalah ibu berobat ke dokter kandungan di Surabaya, selama penyakit endometriosis belum teratasi, sulit bagi ibu untuk punya anak.

Sumber : Suara Karya

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*